BAGAIMANA SEHARUSNYA PEMBELAJARAN MATEMATIKA ??

Bagaimana Seharusnya Pembelajaran Matematika?

Pendefinisian matematika amat penting untuk perubahan pembelajaran matematika di kelas. Kemampuan matematika yang diperlukan siswa saat ini tidak cukup hanya pada kemampuan berhitung dan geometri. Kemampuan yang lebih diperlukan siswa saat ini adalah kemampuan berpikir dan bernalar.

Untuk dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, maka kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam bidang matematika adalah sebagai berikut: Berpikir dan bernalar secara matematis, Berargumentasi secara matematis, Menyampaikan pendapat dan ide secara lisan, tulisan, dan bentuk lain sehingga dipahami orang lain, Menyusun model matematika dari masalah nyata, menginterpretasi model matematika, dan menyusun solusi dari model matematika, Pemecahan masalah matematika, Menggunakan bahasa dan operasi yang menggunakan simbol, Menggunakan alat bantu dan teknologi.

Kemampuan matematika tersebut diperkuat dengan adanya demokratisasi pendidikan, perkembangan teknologi informasi, dan tuntutan kemampuan memecahkan masalah yang semakin kompleks. Seyogyanya, teori-teori pembelajaran beraliran konstruktivisme seperti Pendidikan Matematika Realistik (Realistic Mathematics Education/RME), Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL), dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) layak diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Perubahan paradigma seperti ‘transfer pengetahuan’ menjadi ‘konstruksi pengetahuan’, ‘guru mengajar’ menjadi ‘guru membelajarkan’, dan ‘teacher centered’ menjadi ‘student centered’ menghendaki perubahan dalam praktek pembelajaran di kelas. Pembelajaran matematika juga sebaiknya dikemas menjadi PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot). Pembelajaran matematika akan lebih berhasil jika dirancang dengan menyenangkan.

Dengan pemahaman yang benar terhadap apa itu matematika dan peran penting matematika, akan mambantu siswa dalam mempermudah mempelajari matematika. Sehingga waktu-waktu mendatang, trauma siswa pada matematika digantikan oleh keingintahuan siswa pada matematika yang diikuti penguasaan matematika yang baik. Diharapkan, hal ini akan meningkatkan daya saing bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s